Search

Diposting oleh:

Himpunan Perawat Informatika Indonesia Resmi Dibentuk, Prof. Dr. Roro Tutik Terpilih sebagai Ketua HPII

ppnijaktim.org, Jakarta – Kongres Nasional pertama Himpunan Perawat Informatika Indonesia (HPII) sukses digelar di Gedung Sentral Cawang Hotel, Jakarta Timur, pada Sabtu, 6 Juli 2024. Acara yang diselenggarakan secara hybrid ini dihadiri sekitar 300 peserta, termasuk para tokoh penting dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI).

Acara ini menghadirkan Drg. Arianti Anaya, MKM, Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, sebagai keynote speaker. Ketua Umum DPP PPNI, Dr. Harif Fadhilah, S.Kp., SH., M.Kep., MH., serta beberapa ketua DPW dan DPD PPNI turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan digitalisasi keperawatan dan kesehatan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Kongres Nasional pertama HPII, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS, menegaskan pentingnya peran perawat informatika dalam transformasi digital kesehatan di Indonesia.

“Perawat informatika menjadi central point dalam digitalisasi kesehatan, yang mana saat ini Republik Indonesia sedang menjalankan transformasi kesehatan yang didalamnya terdapat transformasi digital. Perawat informatika sendiri dalam perannya memiliki tiga kompetensi sekaligus, pertama kompetensi perawat, kedua kompetensi ilmu informatika, dan ketiga kompetensi komputer dan teknologi,” ujar Prof. Roro.

Prof. Roro berharap kongres ini menjadi awal yang baik bagi pengakuan profesi perawat informatika di Indonesia. Dukungan dari Kementerian Kesehatan RI sangat diharapkan untuk mendapatkan rekognisi resmi bagi profesi ini.

“InsyaAllah kongres ini menjadi awal yang baik bagi kita semuanya, dan kami berharap melalui kesempatan ini mendapatkan hal yang positif sehingga Kementerian Kesehatan RI dapat merekognisi adanya profesi perawat yang memiliki spesifikasi informatika keperawatan khususnya dan informatika kesehatan pada umumnya,” sambung Prof. Roro.

Melalui musyawarah dalam kongres ini, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Pusat Perawat Informatika Indonesia untuk periode 2024-2029.

Keberlangsungan kongres ini juga didukung oleh berbagai sponsor dan media partner yang berperan penting dalam memajukan profesi perawat informatika di tanah air.

Selain gelaran kongres, acara yang digelar secara hybrid tersebut diiringi dengan agenda penyerta yaitu seminar dengan tema “Kiprah Perawat Informatika dalam Menyongsong Transformasi Digital Kesehatan”. Prof Rr. Tutik menjadi salah satu narasumber seminar dan dihadiri pula oleh pakar nursing informatics dari Amerika Serikat, yaitu Karen Dunn Lopez, PhD, MPH, RN, FAAN dan Daniel Fraczkowski, MSN, RN, NI-BC.

Dukungan Penuh PPNI untuk Perkembangan Digitalisasi Kesehatan

Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadhilah menyampaikan bahwa perjalanan panjang dan tantangan yang dihadapi dalam pembentukan wadah perawat informatika. Sebelumnya pernah ada usulan untuk didirikannya wadah perawat informatika, namun saat itu pedoman PPNI belum menemukan cabang keilmuan dan area praktik yang tepat untuk informatika keperawatan.

“Bapak Ibu yang terhormat, perjalanan perawat informatika di Indonesia tidak begitu mudah. Di awal-awal Prof Roro sudah mengusulkan, namun demikian waktu itu sebelum pandemi belum banyak input informasi kepada kita keperawatan khususnya di informatika ini, karena pada saat itu pedoman kita mengatakan bahwa ikatan dan himpunan sebagai badan kelengkapan adalah karakternya itu sesuai dengan cabang keilmuan atau sesuai dengan area praktik, kita belum menemukan area praktik informatika,” ucap Ketua Umum DPP PPNI.

Kemudian, menurut Harif kejadian pandemi COVID-19 yang melanda dunia beberapa tahun lalu telah mempercepat kebutuhan akan teknologi dan digitalisasi dalam keperawatan dan kesehatan.

“Tapi setelah berjalannya waktu kemudian kita dilanda pandemi ternyata kebutuhan akan penggunaan teknologi, komputerisasi dan digitalisasi memberikan warna tersendiri akan perkembangan keperawatan di masa kini dan yang akan datang,” sambungnya.

Disamping itu, Ia menyampaikan bahwa Informatika Keperawatan telah lama eksis di dunia kesehatan meskipun saat ini perkembangannya hanya pesat di negara maju saja.

“Kemudian kami di bidang OKK (bidang Organisasi dan Kaderisasi) melakukan searching ternyata sudah didapatkan di Amerika sudah lama sekali adanya Informatic Nurse dan mereka memberi dua jalan melalui pendidikan formal pada master level yaitu pada level magister khusus belajar mengenai nursing informatic, kemudian yang kedua yaitu dengan adanya sertifikasi. Keberadaan nursing informatic di dunia ini bukan sesuatu yang asing, meskipun keberadaannya saat ini sebagian besar ada di negara maju, ” jelas Ketua Umum DPP PPNI tersebut saat menjelaskan latar belakang adanya informatika perawat di Indonesia.

Setelah itu, Harif Fadhilah menyatakan dukungan atas terbentuknya wadah perawat informatika yang dapat berperan dalam memikirkan serta mengembangkan keperawatan kedepannya.

“Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mensupport agar nursing informatic ini dipikirkan kemudian dikembangkan oleh satu kelompok atau satu komunitas yang profesional yang kita berharap berjalan bersama PPNI. PPNI pasti mensupport untuk berjalannya hal ini supaya ini bisa berjalan dengan baik sehingga pada saatnya kita dapat berkontribusi dalam berbagai hal yang berkait dengan pengembangan keperawatan secara khusus dan kesehatan secara umum,” sambungnya.

Melalui musyawarah dalam kongres ini, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Pusat Perawat Informatika Indonesia untuk periode 2024-2029. Keberlangsungan kongres ini juga didukung oleh berbagai sponsor dan media partner yang berperan penting dalam memajukan profesi perawat informatika di tanah air.

Selain gelaran kongres, acara yang digelar secara hybrid tersebut diiringi dengan agenda penyerta yaitu seminar dengan tema “Kiprah Perawat Informatika dalam Menyongsong Transformasi Digital Kesehatan”. Yang menghadirkan Prof Roro menjadi salah satu narasumber dan dihadiri pula oleh pakar nursing informatics dari Amerika Serikat, yaitu Karen Dunn Lopez, PhD, MPH, RN, FAAN dan Daniel Fraczkowski, MSN, RN, NI-BC

Artikel Terkait

Informasi