ppnijaktim.org, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) kembali melakukan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga keperawatan nasional melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Pusbangdiklat) PPNI bersama Direktorat Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kegiatan Monev ini bertujuan untuk memperoleh arahan, masukan, serta penguatan kebijakan dari Kementerian Kesehatan terkait pengelolaan dan pengembangan Pusbangdiklat PPNI agar selaras dengan regulasi dan kebutuhan sistem kesehatan nasional.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, Sekretaris Jenderal DPP PPNI Prof. Mustikasari, Bendahara Umum DPP PPNI Aprisunadi yang juga menjabat sebagai Direktur Pusbangdiklat PPNI, serta jajaran Pengurus DPP PPNI lainnya.
Sementara dari pihak Kementerian Kesehatan RI, kegiatan ini dihadiri oleh Oos Fatimah, selaku Direktur Mutu SDMK, beserta jajaran pejabat Kemenkes RI terkait.
Dalam sambutannya yang disampaikan di Graha PPNI, Jakarta, Rabu (5/3/2025), Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah menekankan pentingnya adaptasi organisasi profesi terhadap perubahan regulasi, khususnya pasca disahkannya Undang-Undang Kesehatan.
“Dengan disahkannya Undang-Undang Kesehatan, sebagai warga negara kita harus patuh dan tunduk. Organisasi profesi, seperti halnya manusia, harus mampu beradaptasi dengan perubahan dari luar agar tetap relevan,” ujar Harif Fadhillah.
Ia juga menambahkan bahwa organisasi profesi perlu kembali pada tujuan awal pendiriannya serta memperkuat integrasi dengan pemerintah.
“Organisasi harus kembali pada tujuan awal pendiriannya, serta mampu berintegrasi dengan pemerintah, mematuhi regulasi yang ada, sekaligus melihat peluang yang dapat dimanfaatkan,” lanjutnya.
Setelah sambutan tersebut, Direktur Mutu SDMK Kemenkes RI, Oos Fatimah, menyampaikan arahan dan masukan strategis terkait pelaksanaan Monev Pusbangdiklat PPNI. Arahan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penguatan tata kelola, mutu program pelatihan, serta peningkatan kontribusi Pusbangdiklat PPNI dalam pengembangan kompetensi perawat Indonesia.
Melalui kegiatan ini, DPP PPNI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan perawat, serta memastikan seluruh program yang dijalankan selaras dengan kebijakan nasional di bidang kesehatan.




